Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Riset Keyword

Kesalahan yang Sering Terjadi ketika Riset Keyword

kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan analisis keyword

Bagi Anda yang memiliki blog atau website pastinya sadar begitu pentingnya melakukan riset kata kunci. Apalagi jika anda sudah membuat banyak konten yang bagus tetapi website atau blog anda masih saja sepi pengunjung. Biarpun website anda sudah punya peringkat tinggi di halaman pencarian google.

Alasannya mungkin anda salah menggunakan kata kunci. Bisa saja, keyword yang anda gunakan tidak banyak orang yang mencarinya. Sehingga tidak ada pengunjung di website anda. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini kita akan mengulas pentingnya riset keyword dalam SEO.

Coba anda ingat kembali, apa tujuan anda mempelajari SEO ? apakah untuk mendapatkan pengunjung ? menaikan penjualan ? atau untuk meningkatkan penghasilan ? Masalahnya tanpa anda melakukan riset kata kunci itu semua mustahil untuk dicapai. kenapa begitu ? inilah 3 Alasannya.

Tidak Semua Keyword itu Sama.

Ada keyword yang banyak dicari dan ada pula kata kunci yang sepi. Jika anda tidak paham dengan riset keyword, maka besar kemungkinan anda menargetkan kata kunci yang tidak dicari orang sama sekali. inilah yang paling sering dilakukan oleh pemula.

Salah Menargetkan Pengunjung

Kita ambil contoh, Andi punya sebuah website yang menjual suatu produk. Untuk mendapatkan banyak pengunjung Andi menargetkan keyword dengan volume pencarian yang besar melalui tools ahrefs seperti Ahrefs.

Karena Andi ini sudah paham betul SEO, 1 minggu kemudian websitenya sudah peringkat 1 di google. Pengunjung memang berdatangan namun ternyata tidak ada yang membeli produk yang dijual Andi.

Setelah di analisa ternyata Andi mengincar kata kunci yang salah. Tujuan riset keyword bukan hanya untuk menemukan kata kunci yang banyak dicari tetapi juga harus yang tepat sasaran.

Kesalahan seperti ini terus diajarkan

Jika belajar riset kata kunci, hal yang sering kali dilakukan adalah membuka Google Keyword Planner, lalu memasukan kata kunci. Sebetulnya cara seperti itu kurang tepat. Kesalahan seperti ini terus diajarkan kepada pemula.

Contohnya saja, Andi punya jasa desain grafis. Supaya mendapatkan ranking 1 untuk kata kunci “jasa desain grafis”. maka kata kunci tersebut Andi jadikan target utama.

Yang menjadi permasalahannya adalah Andi menggunakan Google Keyword Planner dan langsung memasukan kata kunci tersebut hasilnya adalah muncul kata kunci lain yang relevan sehingga Andi ingin mendapat ranking 1 juga untuk masing-masing kata kunci baru tersebut.

Jadi dibuatlah artikel untuk setiap keyword tersebut. Beberapa minggu berlalu, ternyata tidak satupun dari artikel tersebut mendapatkan peringkat bagus. Alasannya karena website Andi menjadi kena penalti.

Setelah mengetahui kesalahan yang sering terjadi dalam melalukan analisis kata kunci, maka anda sudah bisa melakukan riset yang baik dan jangan terburu-buru dalam menarget kata kunci. Pastikan dulu kata kunci tersebut memang cocok untuk website anda.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman. Terima kasih dan tetap semangat belajar SEO ya guys!!

Comments are closed.